Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya
Jan1970
Dibuka
1 Kali
Dari segi perekonomian, sebagian besar masyarakat Desa Tenjonagara menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan perkebunan. Mata pencaharian utama warga adalah sebagai buruh tani, sementara sebagian lainnya bekerja sebagai buruh perkebunan di luar daerah, seperti di Kalimantan dan Sumatra.
Tidak sedikit pula warga yang merantau ke kota-kota besar seperti Tasikmalaya, Bandung, atau Jakarta untuk mencari penghidupan yang lebih baik, dengan profesi beragam mulai dari pedagang kecil, tukang kredit, hingga pekerja informal lainnya. Fenomena ini sudah menjadi bagian dari dinamika sosial ekonomi desa yang terus berkembang.
Pertanian merupakan sektor utama dan menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Desa Tenjonagara. Jenis tanaman yang paling banyak diusahakan antara lain:
Padi sebagai komoditas utama,
Kacang-kacangan dan jagung sebagai tanaman sela,
Singkong yang banyak ditanam di lahan pekarangan.
Jika berkeliling di Desa Tenjonagara, terutama di wilayah Dusun Ciuyah, kita akan dengan mudah menemukan pohon-pohon singkong yang tumbuh subur di halaman warga. Hal ini menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam memanfaatkan lahan sekitar rumah untuk kegiatan produktif.
Namun, sebagian besar lahan pertanian di desa ini merupakan lahan sewaan. Banyak petani menggarap tanah milik orang lain karena luas lahan pribadi tergolong kecil dan hanya cukup untuk kebutuhan harian. Para pemilik tanah pun lebih memilih menyewakan lahan mereka karena memberikan kepastian penghasilan setiap musim tanam.
Menariknya, kaum ibu-ibu juga banyak berperan aktif dalam kegiatan bertani. Sementara itu, para pemuda dan pria dewasa umumnya memilih untuk merantau ke luar daerah guna mencari pekerjaan di sektor lain.
Kebiasaan unik masyarakat Desa Tenjonagara terlihat dari pola bertani musiman yang dijalani oleh para perantau. Biasanya, mereka akan kembali ke desa saat musim tanam, membantu keluarga mengolah lahan dan menanam padi. Setelah itu, mereka kembali bekerja di kota hingga tiba musim panen, lalu pulang lagi untuk memanen hasil pertanian. Pola ini sudah menjadi tradisi turun-temurun yang menggambarkan keterikatan emosional warga terhadap tanah kelahirannya.
Selain pertanian, sebagian besar masyarakat juga melakukan usaha peternakan skala kecil di sekitar rumah. Hampir setiap keluarga memiliki ayam peliharaan, baik untuk diambil dagingnya maupun sebagai sumber telur konsumsi keluarga. Namun, kegiatan peternakan ini masih bersifat tradisional dan subsisten, belum berkembang ke arah usaha produktif.
Di area persawahan, warga juga memanfaatkan lahan sekitar untuk membuat kolam ikan air tawar sederhana. Jenis ikan yang banyak dibudidayakan antara lain:
Ikan mujair
Ikan mas
Ikan bawal
Sama halnya dengan ternak ayam, budidaya ikan di Desa Tenjonagara masih dilakukan secara sederhana dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, bukan untuk dijual secara komersial.
Dengan sumber daya alam yang melimpah dan semangat masyarakat yang tinggi, Desa Tenjonagara memiliki potensi besar di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan rakyat. Melalui pendampingan, inovasi, dan dukungan dari berbagai pihak, sektor-sektor tersebut dapat dikembangkan menjadi basis ekonomi produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Data Populasi Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
BELUM MENGISI
TOTAL
KK
Dusun
Data APB Desa sebagai wujud transparansi Pemerintah Desa dalam mengelola keuangan
Detail

